Belajar Jurnalistik
Hey hey hey! welcome back to my blog. Kali ini gue mau bagi-bagi cerita gue di hari pertama kuliah medical journalism.
Kelas Siang
Hari pertama kuliah dimulai pada tanggal 5 Mei 2025, gue hanya menyiapkan buku catatan dan sebuah pulpen. Kuliah dimulai pada pukul 13.00 siang di lantai 11, tepatnya di ruang workshop 8 yang dingin. Di Jadwalnya tertera bahwa ada pemaparan materi yang dibawakan oleh narasumber dari luar. Saat itu Pak Usman hadir ke ruangan untuk menyampaikan pendahuluan dan pengantar sambil menunggu kehadiran narasumber. Katanya, narasumber yang akan datang adalah dari TEMPO. Lumayan lama menunggu, tapi beberapa menit kemudian narasumber datang ke ruangan. Satu orang, dia namanya Mustafa Silalahi, pada saat itu, dia sedang sakit gigi, tapi masih bisa mengajar dengan santai.
![]() |
| Bung Mustufa Silalahi (tengah), Pak Usman yang mengenakan jaket bomber biru sedang duduk (kiri). |
Secangkir Kopi
Unik, biasanya selama gue kuliah di saat dosen atau dokter datang ke ruang kelas itu langsung duduk, kalau ini tidak. Bung Mustafa Silalahi membawa saset kopi dan minta tolong untuk dibuatkan kopi. Akhirnya ada staf yang buatkan untuknya. Berdasarkan yang gue baca di situs TEMPO.co, beliau adalah alumni Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara, bergabung dengan TEMPO sejak akhir 2005 dan terlibat dalam sejumlah proyek investigasi.
![]() |
| Gue (kiri) dan Dimas (kanan) sedang memperhatikan kuliah yang sedang berlangsung. |
Kita berdiskusi bersama, mendengarkan penjelasan-penjelasan dari beliau dan bertanya seputar dunia wartawan dan jurnalistik sampai investigasi. Ini merupakan hal baru yang gue pelajari, karakteristik media massa, fungsinya, kriteria berita itu apa saja, sampai cara menulis ala jurnalis.
![]() |
| Bung Mustafa Silalahi sedang memaparkan kuliah tentang jurnalistik. |
Satu hal yang penting gue dapatkan adalah bahwa untuk menjadi seorang jurnalis atau wartawan, kita harus memiliki sikap skeptis atas segala hal, mungkin di zaman sekarang orang bilangnya trust issue, tapi memang tidak semua informasi baik digital maupun secara langsung memiliki kebenaran yang akurat. Untuk itu, sikap skeptis, aware dan teliti dalam melakukan verifikasi informasi itu sangat penting, bukan hanya di dunia jurnalistik, tapi juga di kehidupan kita agar tidak mudah percaya dengan hal yang masih rancu atau tidak pasti.
![]() |
| Foto bersama (5/5/2025). |
Kuliah berakhir dan kita melakukan foto bersama, sebuah pengalaman yang berkesan bisa dapat bertemu narasumber dari luar dan membagikan inspirasi-inspirasinya secara langsung. Untuk first impression kali ini gue akan bilang "menarik", gue gak sabar untuk pertemuan berikutnya. See ya!




Komentar
Posting Komentar