Kau yang di sana
Kau yang di sana
Sadarkah kau selama ini menjadi pusat perhatianku?
Bagai kanvas dan kau lukisannya, merona
Goresan lirih hitam dan putih, tetap memesona
Kau yang di sana
Sadarkah kau bahwa namamu selalu terngiang di kepalaku?
Bagai denting piano yang tak henti berdendang
Mengisi hening malam yang terasa panjang
Pernahkah kau rasakan desir rindu yang diam-diam kubawa?
Seperti angin yang lembut menyentuh wajah
Namun tak pernah bisa benar-benar kau tangkap arah
Kau yang di sana
Mengertikah kau betapa sulitnya menyembunyikan rasa?
Saat mata menatapmu biasa, tapi dada gemuruh tak terkira
Senyummu candu, yang kuteguk walau dalam diam semata
- Rumah, 31 Mei 2025
Komentar
Posting Komentar