Kunjungan Pertama ke Tempat Penuh Pesona
Okayy, mungkin ini pertemuan yang kita tunggu-tunggu. Hari ini menunjukan hari Rabu tanggal 14 Mei 2025. Medical journalism hari ini akan ada kunjungan, nanti gue spill ke kalian ke mana kita akan kunjungan.
Awalnya, sebelum hari Rabu ini, ada libur bersama dari hari Senin (hari raya waisak) sampai hari Selasa (cuti bersama), jadi gue berangkat di hari Rabu ini dari rumah gue yang berjarak 28 km dari kampus, gue ngekost, tapi biasanya saat weekend pulang ke rumah. Di jadwal menunjukkan bahwa kunjungan dimulai pada pukul 09.00 pagi, okelah masih bisa agak nyantai dari rumah, dan okelah gue spill kita akan kunjungan ke mana hari ini. Kita akan kunjungan ke menara Kompas di Palmerah!
Menara itu justru lebih dekat dari rumah gue, namun kita kunjungan harus memakai almet kampus, dan almet gue ada di kost yang dekat dari kampus, jadi mau tidak mau gue harus ke kampus dulu. For your information, menara Kompas ini sering gue lewati setiap gue berangkat ngampus dari rumah.
Waktu sudah menunjukkan pukul 07.30 saatnya gue berangkat. Macet di jalan, wajar, gue setiap hari ketemu macet di sini, sambil ditemani oleh lagu Let Down oleh Radiohead, gue hanya bisa menikmati kemacetan ini dan berharap datang tepat waktu sesuai dengan rencana gue; ke kost untuk mengambil almet dan langsung berangkat ke kampus. Oh iya, gue mengendarai motor, kenapa gue bisa menikmati kemacetan ini sambil mendengarkan lagu? hal itu karena gue memakai earphone kabel yang terhubung ke hp gue, don't ever try this by the way.
Menara Kompas sudah terlihat jelas di mata gue, ya, menara tinggi yang akan gue kunjungi itu. Gue akhirnya memutuskan untuk berhenti sejenak di depan menara Kompas, membuka hp, membuka kamera lalu mengambil foto menara Kompas itu dan membaginya ke grup medical journalism yang berisi mahasiswa. Beberapa menit kemudian gue lanjut perjalanan ke kost.
Sesampainya di kost, gue langsung mengambil almet dan berangkat lagi ke kampus, karena kita memang akan berangkat bersama. Di kampus, beberapa orang masih belum menampakkan batang hidungnya, terlihat Pak Usman sedang memperhatikan hpnya, semuanya berkumpul di depan lobi kampus sembari menunggu transportasi.
Transportasi pun datang, dua mobil... Oke gue tak permasalahkan kita akan menggunakan transportasi apa, asalkan muat. gue masuk ke mobil, duduk di paling belakang, bertiga, di pinggir kanan. Gue tahu perjalanan ini akan terkena macet, untungnya gue bawa earphone untuk mendengarkan lagu selama perjalanan, gue juga bawa kamera punya adik gue yang gue pinjam untuk mengambil foto-foto di sana.
Betul saja, macet di mana-mana, seakan ini adalah suatu kewajiban, yang kalau kita lewati itu akan mendapatkan dosa.
Akhirnya kita tiba dengan selamat di tujuan, mobil satunya lagi belum sampai, kita menunggu di lobi gedung sambil foto-foto.
Keren, Pak Usman mengundang fotografer dari kampus khusus untuk blok medical journalism, sebenarnya ini dari awal kuliah, sih. Foto-foto yang kalian lihat itu adalah hasil jepretan fotografernya.
Gak nyangka gue bisa berada di tempat ini yang seumur hidup gue hanya bisa melewatinya, lebay! Gue berada di lobi, besar, luas, dan tinggi, lebay! Oke, ini belum apa-apa.
Sesampainya mobil kedua tiba, kita lanjut untuk ke atas, gue lupa lantai berapa itu.
Di lantai tersebut, kita jalan ke ruangan yang berisikan meja membentuk segi empat. Asumsi gue ini adalah ruang rapat. Kita duduk, menunggu pemateri datang.
Dan... orang Kompas pun datang, disambut Pak Usman, gue dan teman-teman.
Pak Adhitya (jaket Kompas)
Mereka kemudian duduk, dan kami pun duduk di kursi masing-masing. Diskusi pun dimulai setelah Pak Usman menyampaikan sepatah dua patah kata pembukaan kepada ketiga narasumber Kompas.
Ada Pak Adhitya, Pak Syamsul, dan Kak Gandesh.
Pak Usman berkata "Kami datang sebenarnya bagian dari proses belajar, dari fakultas kedokteran semester 6. Jadi mereka ingin mempelajari dari sisi ilmu jurnalistiknya."
Diskusi santai pun dimulai, kita membahas kurang lebih sama seperti yang sebelumnya kita tanyakan di pertemuan bersama Kak Intan. Pak Syamsul juga bertanya ke kita, kenapa berminat untuk memilih medical journalism. Jujur gue sendiri memang berminat di sini karena gue kadang-kadang suka menulis, ya meskipun cuman kata-kata alay saja.
"Seperti halnya dokter, jadi wartawan ini profesi yang harus selalu update, tidak cuma informasi, tapi skill dan pengetahuannya juga," ujar Pak Adhitya.
Ini gue di samping Pak Usman menyampaikan kenapa gue berminat untuk masuk ke bidang medical journalism.
Oke, diskusi bersama selesai, kita pun bersiap untuk melakukan jalan-jalan di sekitar dapur redaksi Kompas, ini yang gue tunggu-tunggu. Kita keluar bersama menuju ruangan yang penuh dengan sekat dan monitor. Rapi dan bersih, ini yang gue suka dari tempat ini.
Gue bersama teman-teman berjalan sembari melihat-lihat lingkungan di sekitar sini, ada banyak orang, sebagian sedang mengobrol, ada juga yang sedang bekerja di depan monitornya, asik sih.
Perhatian gue akhirnya teralihkan kepada satu monitor yang menempel di dinding, yang memperlihatkan beberapa topik berita Kompas yang sedang diakses oleh seluruh orang di waktu sekarang. Berapa lama durasi mereka mengaksesnya.
Akhirnya, jalan-jalan di seputar dapur redaksi Kompas pun selesai, kita kembali berjalan ke arah keluar ruangan tersebut, lalu melakukan foto bersama.
Setelah foto bersama selesai, kita berpamitan, lalu kembali ke lobi dan naik ke mobil untuk kembali lagi ke kampus. Saat itu waktu menunjukkan sekitar pukul 13.30 kalau tidak salah. Setibanya di kampus, gue langsung melaksanakan salat Dzuhur di masjid. Kemudian gue balik ke kost, tiba di kost, gue nyalakan AC, lampu, melepas almet, dan berbaring di atas kasur.
Inilah kunjungan pertama gue di blok medical journalism. Menarik dan seru banget, bisa menjelajah ke dalam menara Kompas sekaligus menambah ilmu jurnalistik. I'll see you guys later, bye!
Komentar
Posting Komentar